HUKUM SYAR’I TERKAIT KHILAFAH DAN BAGAIMANA KHILAFAH DIWUJUDKAN Mewujudkan khilafah Islam –dengan bentuknya yang syar’i dan benar- merupakan kewajiban Umat Islam secara keseluruhan, berdasarkan kesepakatan. Umat Islam kehilangan khilafah setelah runtuhnya daulah Utsmaniyah pada tahun 1924M. Akan tetapi, khilafah yang syar’i  -dengan maknanya yang menyeluruh- mengharuskan adanya kesepakatan dari seluruh kaum muslimin. Bukan hanya kelompok […]

Baca selengkapnya

ISIS BERBUAT JAHAT TERHADAP ISLAM DAN KAUM MUSLIMIN DENGAN MENGHIDUPKAN KEMBALI PERBUDAKAN Wahai para pengikut ISIS, setelah seratus tahun berlalu, setelah seluruh kaum muslimin sepakat untuk menghapus perbudakan dalam praktik nyata, kalian justru merusak kesepakatan ini melalui berbagai petaka yang telah kalian lakukan. Juga melalui tidakan kalian yang menangkap para wanita untuk dijadikan sebagai tawanan. […]

Baca selengkapnya

BOLEH SHOLAT MENGHADAP KUBURAN?
(Kritikan terhadap al-Ustadz Abdussomad -hafizohullah- tentang pemahaman beliau terhadap hadits “Janganlah sholat mengarah ke kuburan”)

 
Tentu saling mengingatkan demi kebaikan adalah kebiasaan para ulama, nasihat dan masukan jika tujuannya baik dengan uslub yang baik tentu lebih bermanfaat. Sebelumnya saya pernah mengkritik beliau di link berikut ("Imam Syafi’i menyatakan pahala bacaan al-Qur’an sampai kepada mayat?")

Permasalahan pengagungan terhadap kuburan mendapat perhatian khusus oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, karena pengagungan terhadap kuburan yang berlebihan bisa mengantarkan kepada kesyirikan. Karenanya semua perkara yang mengantarkan terhadap pengagungan terhadap kuburan dilarang oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Karenanya :

-    Nabi melarang menulis di kuburan serta melarang menyemen kuburan
-    Nabi melarang memasang lampu di kuburan
-    Nabi melarang meninggikan kuburan
-    Nabi melarang sholat ke arah kuburan
-    Bahkan Nabi pernah melarang menziarahi kuburan karena kawatir akan kesyirikan, namun setelah itu Nabi menganjurkan karena ada maslahat yang besar, yaitu untuk mengingat kematian.

Baca selengkapnya

Didzalimi Bank Syariah Oleh: Ustadz Ammi Nur Baits Bismillah was shalatu was salamu ala rasulillah, wa ba’du, Entah sudah berapa orang yang curhat ke saya mengenai utang… dan hampir semuanya nasabah bank syariah. Saya mohon maaf jika harus cerita. Bukan dalam rangka menyudutkan instansi tertentu, tapi saya berharap bisa menjadi pelajaran bagi yang lainnya. Mereka […]

Baca selengkapnya

ISIS DAN CIRI-CIRI KHAWARIJ, KHUSUSNYA PENGKAFIRAN Syaikhul Islam Ibnu Tamiyah rahimahullah menyebutkan dalam Majmu’ul Fatawa (XIX/73) sebagian dari ciri-ciri Khawarij, yaitu :”Mereka itu suka mengkafirkan (kaum muslimin) karena dosa-dosa dan keburukan (yang dilakukan). Akibatnya, mereka menghalalkan darah dan harta kaum muslimin”. Pengkafiran dan perintah penyerangan inilah yang jelas terkandung dalam pernyataan Abu Muhammad al-Adnani dalam […]

Baca selengkapnya

AL-QURAN YANG KITA BACA ADALAH MAKHLUK MENURUT ASYAIROH
(Bagian kedua : Bantahan terhadap syubhat-syubhat Asyairoh)

Pernyataan Asya’iroh bahwasanya Allah tidak berbicara dengan suara bukanlah produk yang baru, akan tetapi pendapat seperti ini sudah ada di zaman al-Imam Ahmad bin Hanbal (yang wafat tahun  241 H), yaitu jauh sebelum lahirnya madzhab Asyairoh

Abdullah (putranya imam Ahmad) berkata:

سَأَلْتُ أَبِي رَحِمَهُ اللَّهُ عَنْ قَوْمٍ، يَقُولُونَ: لَمَّا كَلَّمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مُوسَى لَمْ يَتَكَلَّمْ بِصَوْتٍ فَقَالَ أَبِي: «بَلَى إِنَّ رَبَّكَ عَزَّ وَجَلَّ تَكَلَّمَ بِصَوْتٍ هَذِهِ الْأَحَادِيثُ نَرْوِيهَا كَمَا جَاءَتْ»

“Aku bertanya kepada ayahku tentang suatu kaum yang mereka berkata, “Tatkala Allah berbicara dengan Musa, maka Allah tidaklah berbicara dengan suara?”. Maka ayahku (yaitu Al-Imam Ahmad bin Hanbal)  berkata, “Justru sesungguhnya Rabbmu azza wa jalla telah berfirman dengan suara. Inilah hadits-haditsnya kami riwayatkan sebagaimana datangnya’ (As-Sunnah 1/280 No. 533, sebagaimana juga dinukil oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar dalam Fathul Baari 13/460)

Baca selengkapnya