MENERIMA HADIAH DARI TETANGGA YANG TIDAK SHALAT[1] Pertanyaan Di samping rumah kami, tinggal sebuah keluarga. Namun mereka bukan keluarga yang konsisten menjalankan ajaran Islam. Anak-anak mereka tidak melaksanakan shalat, padahal usia mereka sudah memasuki usia terkena kewajiban shalat. Kecuali sang ayah. Ia konsisten menjalankan shalat di masjid. Kaum perempuan di keluarga tersebut pun tidak mengenakan […]

Baca selengkapnya

Kajian oleh: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab زاد المستقنع في اختصار المقنع atau populer dengan sebutan Kitab Zadul Mustaqni, kajian ini mengambil pembahasan khusus yaitu yang berkaitan dengan Zakat. Kitab ini merupakan kitab fiqih Madzhab Hanbali, karya Syaikh Syarifuddin Abu Naja Musa bin Ahmad Al-Hajawi rahimahullah dan merupakan ringkasan […]

Tulisan TA’AWUN DALAM JUAL BELI – KITAB ZADUL MUSTAQNI (USTADZ DR. ERWANDI TARMIZI, M.A.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Baca selengkapnya

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى   berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :      

Baca selengkapnya

Adapun kondisi moral (akhlak) di kota Mekkah sebelum datangnya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, orang-orang Mekkah dikenal sebagai orang-orang yang suka minum khamr. Banyak sekali syair-syair jahiliyyah yang isinya puji-pujian terhadap khamr. Lantaran betapa mendarah dagingnya khamr di masyarakat Makkah saat itu, sampai-sampai Allah menurunkan ayat yang mengharamkan khamr secara bertahap, tidak secara langsung sekaligus. Karena khamr adalah kebiasaan orang-orang Arab yang mandarah daging. Sebagaimana kebiasaan yang lain yaitu main judi.

Oleh karena itu, Allāh Subhānahu wa Ta'āla menurunkan firman-Nya:

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ

"Sesungguhnya syaithan ingin mengadu domba, menumbuhkan permusuhan dalam khamr dan perjudian..." (QS Al-Māidah : 91)

Kebiasaan buruk mereka yang lain adalah:

  • praktek riba
  • praktek menikahi bekas istri bapak mereka.

Baca selengkapnya

Bagaimana para ulama mengatur waktu mereka antara mempelajari ilmu, mencari nafkah, isteri, anak, orangtua dll ?  Az-Zubair bin Bakkar berkata : “Anak saudara perempuanku berkata kepada istriku : “Pamanku adalah sebaik-baik suami terhadap istrinya. Dia tidak mengambil istri lagi dan tidak membeli budak perempuan”. Istriku pun berkata : “Sungguh kitab-kitab ini lebih berat dan lebih … Continue reading Bagaimana Para ‘Ulama Mengatur Waktu Mereka..?

Baca selengkapnya

APA DEFINISI ANAK YATIM? Pertanyaan Assalamu’alaikum, Ustadz, mohon diulas definisi anak yatim.  Misalnya, bapak biologis dari anak hasil zina meninggal dunia atau kabur atau pergi meninggalkan anak yang masih kecil, apakah itu disebut anak yatim? Bagaimana pula dengan anak yang ditinggal mati oleh ibunya, apaka juga disebut anak yatim? Dan sampai kapankah status yatim itu […]

Baca selengkapnya

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى berikut ini :

Baca selengkapnya