Sebagaian kaum muslimin mungkin ada yang bertanya mengapa pada beberapa ayat Al-Quran Allah menggunakan kata ganti jamak (نحن/nahnu) “kami”, padahal Allah Maha Esa Jawabannya: Dalam bahasa Arab, penggunaan kata jamak untuk tunggal itu bermakna pengagungan dan Allah berhak dengan keagungan ini. Bukan artinya Allah atau tuhan itu banyak Berbeda dengan bahasa Indonesia, penggunaan kata “kami” […]

Baca selengkapnya

Ada tiga aspek kajian Ushul Fiqh: Pertama: Aspek terminologi. Pengkaji ilmu ushul dituntut untuk memahami setiap terminologi yang digunakan oleh para ulama ushul ketika mereka membedah masalah hukum berbasis teori ushul fiqh. Terminologi seperti ‘illah, nash, dzāhir, mafhūm mukhālafah, imā, tanbih, tahqiq manāth, mujmal, mubayyan, ‘ām, khāsh dan lain-lain harus benar-benar difahami dengan baik. Kedua: […]

Baca selengkapnya

​Kaidah ushul fiqih yang diambil dari kitab syarah Mandzumah ushul fiqih Syaikh Utsaimin, rohimahullah. Kaidah ke 56 : Bila yakin tidak mungkin digunakan, maka bisa menggunakan dugaan kuat. Contoh kaidah ini adalah hadits ibnu Mas’ud, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: إذا شك أحدكم في صلاته فليتحر الصواب ثم ليبن عليه Apabila salah seorang darimu ragu … Continue reading Kaidah Ushul Fiqih Ke 56 : Menggunakan Dugaan Kuat…

Baca selengkapnya

​Kaidah ushul fiqih yang diambil dari kitab syarah Mandzumah ushul fiqih Syaikh Utsaimin, rohimahullah. Kaidah fiqih ke 53 : Setiap yang telah diketahui ada atau tidak adanya, maka pada asalnya ditetapkan sesuai yang telah diketahui tersebut. Bila yakin adanya wudlu namun ragu apakah berhadats setelahnya atau tidak, maka tidak perlu berwudlu kembali karena telah diketahui … Continue reading Kaidah Ushul Fiqih Ke-53 : Setiap Yang Telah Diketahui…

Baca selengkapnya