HUKUM MEMANJANGKAN DAN MENGECAT KUKU[1] Pertanyaan. Apa hukum memanjangkan kuku dengan tetap merawatnya atau hukum mengecatnya serta hukum menghilangkan cat itu ketika tiba waktu shalat? Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjawab: Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya ingin mengingatkan kepada saudara-saudaraku kaum Muslimin tentang masalah mencontoh kebiasaan-kebiasaan orang kafir. Karena sesungguhnya, mengikuti adat kebiasaan mereka dan […]

Baca selengkapnya

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu da050517-2046

Baca selengkapnya

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى   berikut ini (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu   da280616-2120 da200617-1720  

Baca selengkapnya

Jadwal (sementara) Majelis Ilmu di  JABODETABEK untuk JUM’AT Ke-2  Tanggal 23 – 24 MUHARRAM 1439 H / 13 OKTOBER 2017 M . . Tempat: Masjid Raya At-Taqwa Perumahan Bumi Bekasi Baru Utara. Jembatan 11 (Sebelas) Rawalumbu, Bekasi Pemateri: Ustadz Subakir Ahmad Tema: Riyadush Shalihin (Khusus IKHWAN) Waktu: Ba’da Sholat Shubuh – selesai Informasi: 0896-2512-0814 / 0815-1819-810 ******* … Continue reading JADWAL MAJELIS ILMU — JABODETABEK — JUM’AT 13 OKTOBER 2017

Baca selengkapnya

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى   berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Baca selengkapnya

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى   berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Baca selengkapnya

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى   berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Dari Dauroh Sholat dan Wudhu di Masjid Al Barkah Cileungsi pada Bulan Agustus 2017.

Baca selengkapnya

Namun hendaklah tidak dilupakan, bahwa bukan berarti semua kerusakan ada pada Bangsa Arab. Ada juga sifat-sifat baik dan mulia yang tersebar di bangsa Arab, yaitu:

⑴ Ringan tangan untuk membantu

⑵ Memuliakan tamu

Bahkan disebutkan bahwasanya jika salah seorang di antara mereka hanya memiliki 1 ekor unta saja dan itu merupakan sumber penghasilannya (dengan diambil susunya dan lainnya), ketika ada tamu yang datang dari jauh dan tidak ada yang bisa digunakan untuk memuliakan tamunya maka dia akan memotong untanya agar bisa disuguhkan kepada tamunya.

Diantara orang jahiliyyah yang terkenal mulia dan dermawan adalah 'Amr bin Luhay Al-Khuzā'i, -sebagaimana telah lalu- dia memotong 10 ribu unta untuk jama'ah haji. Suatu kedermawanan yang sangat luar biasa, walaupun amalannya sia-sia karena dia adalah seorang  musyrik, bahkan pelopor kesyirikan.

Ada juga seorang jahiliyyah bernama 'Abdullāh bin Jud'an, dia sangat dermawan dan terkenal akan kedermawanannya. Dia meninggal sebelum Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam diutus menjadi seorang Nabi, tetapi Nabi mendapati masa 'Abdullāh bin Jud'an ini. Diantara kebaikannya adalah tatkala Syuhaib Ar-Rūmi datang kepadanya ketika masih budak, Syuhaib dibeli dan dibebaskan oleh 'Abdullah bin Jud'an, sehingga mereka tinggal bersama sampai 'Abdullāh bin Jud'an meninggal. Syuhaib kemudian dikenal sebagai Maula Ibnu Jud'an, karena yang membebaskan dia adalah 'Abdullāh bin Jud'an. Dia juga sering menyambung silaturahim dan sering mengundang tamu. Jika ada permasalahan, orang-orang akan berkumpul di rumahnya, bahkan ada persekutuan yang dinamakan dengan Al-Hilful Fudhul, yaitu terjadi kezhaliman di Mekkah, ada orang yang menjual barang lalu barangnya diambil tanpa dibayar oleh orang Quraisy, orang ini berteriak dan didengar oleh orang-orang Quraisy yang lain, lalu mereka berkumpul di rumah 'Abdullah bin Jud'an untuk mengatasi masalah ini, sampai-sampai Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam sendiri pun mengingat hal tersebut.

Nabi ﷺ mengatakan:

لَقَدْ شَهِدْتُ فِى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُدْعَانَ حِلْفًا مَا أُحِبُّ أَنَّ لِى بِهِ حُمْرَ النَّعَمِ وَلَوِ أُدْعَى بِهِ فِى الإِسْلاَمِ لأَجَبْتُ

"Sungguh aku telah menghadiri di rumah Abdullah bin Jud'an suatu perjanjian yang aku tidak suka jika kehadiranku tersebut ditukar dengan onta merah. Seandainya dalam Islam (setelah saya sudah diutus menjadi Nabi) diajak pertemuan seperti itu maka saya akan penuhi." (HR Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro no 13461)

Ibnu Katsir menyebutkan suatu riwayat dalam Bidayah wa Nihayah bahwa saat terjadi perang Badr, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyuruh para shāhabat untuk mencari mayatnya Abū Jahl. Kemudian kata Beliau kepada para sahabat:

تَطْلُبُوْهُ بَيْنَ الْقَتْلَى، وَتَعْرِفُوْهُ بِشَجَّةٍ فِي رُكْبَتِهِ فَإِنِّي تَزَاحَمْتُ أَنَا وَهُوَ عَلَى مَأْدُبَةٍ لابْنِ جُدْعَانَ فَدَفَعْتُهُ فَسَقَطَ عَلَى رُكْبَتِهِ فَانْهَشَمَتْ فَأَثَرُهَا بَاقٍ فِي رُكْبَتِهِ

"Carilah mayat Abu Jahl diantara mayat-mayat, kalian akan mengetahuinya dengan bekas luka yang ada di lututnya, karena aku dan dia (tatkala masih kecil) saling dorong-dorongan di santapan jamuan undangan Abdullah bin Jud'an, maka aku pun mendorongnya dan ia pun terjatuh di atas lututnya, lalu lututnya terluka dan bekasnya masih ada di lututnya" (Al-Bidayah wa An-Nihaayah 3/266)

Namun kebaikan Abdullah bin Ju’dan ini tidaklah bermanfaat bagi dirinya. Dalam hadits, 'Āisyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā pernah bertanya kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

يَا رَسُولَ اللهِ، ابْنُ جُدْعَانَ كَانَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ يَصِلُ الرَّحِمَ، وَيُطْعِمُ الْمِسْكِينَ، فَهَلْ ذَاكَ نَافِعُهُ؟

"Yā Rasūlullāh, bagaimana dengan 'Abdullāh bin Jud'an, waktu di zaman jahiliyah ia menyambung silaturahim, memberi makan kepada orang miskin, apakah bermanfaat bagi dia kebaikannya?

Nabi berkata:

لَا يَنْفَعُهُ، إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا: رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ

"Tidak bermanfaat, dia sama sekali tidak pernah berdo'a kepada Allāh: Yā Allāh ampunilah dosa-dosaku pada hari kiamat kelak." (HR Muslim no 214)

Dia mati dalam keadaan musyrik sama seperti 'Amr bin Luhay, meskipun mereka adalah orang yang sangat dermawan.

Diantara pembesar Arab jahiliyah lainnya yang sangat dermawan adalah Al-Hātim, ayahnya Adi bin Hātim. Hātim seorang yang sangat dermawan bahkan sering disebutkan cerita-cerita tentang kedermawannya, sampai-sampai dijadikan permisalan kedermawanan orang Arab. Anaknya, Adi bin Hātim masuk Islam dan menjadi salah satu shāhabat Nabi ﷺ. Anaknya pernah bertanya kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ أَبِي كَانَ يَصِلُ الرَّحْمِ، وَيَفْعَلُ وَيَفْعَلُ، فَهَلْ لَهُ فِي ذَلِكَ يَعْنِي مِنْ أَجْرٍ؟

"Yā Rasūlullāh, ayahku dulu menyambung silaturahim dan dia melakukan ini dan ini, apakah dia dapat pahala?"

Maka kata Nabi:

إِنَّ أَبَاكَ طَلَبَ أَمْرًا، فَأَصَابَهُ

"Sesungguhnya ayahmu melakukan itu semua karena dia mencari sesuatu dan dia mendapatkan sesuatu tersebut." (HR Ahmad no 19387).

Dalam riwayat yang lain :

يَعْنِي الذِّكْرَ

"Yaitu (ayahmu) ingin disebut-sebut (dipuji)." (HR Ahmad no 18262, Ibnu Hibban no 332, Al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubro no 15019)

Inilah diantara kebaikan-kebaikan orang Arab meskipun mereka di zaman jahiliyyah.

Diantara sifat baik dan mulia orang Arab jahiliyyah yang lain adalah:

  • menepati janji
  • keberanian yang dimilikinya
  • kejujuran (dusta merupakan perkara yang sangat menjatuhkan harga diri seseorang, mereka sangat menjunjung tinggi kejujuran meskipun menimbulkan kerusakan yang lain)

Dari sini, kita tahu bahwasanya kondisi orang Arab dari sisi agama dan akhlak sangat parah dan rusak, meskipun ada beberapa sisi akhlak yang baik. Oleh karena itu, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR Ahmad no 8952, al-Hakim dalam al-Mustadrok no 422, dan Al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrod no 273 dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Artinya, sebelum beliau diutus sudah ada akhlak mulia dan beliau hanya diperintahkan untuk menyempurnakannya. Karena kondisi semacam inilah merupakan waktu yang tepat untuk diutusnya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam demi memperbaharui agama nenek moyangnya yaitu agama Nabi Ibrāhīm 'alayhissalām dan agama Nabi Ismā'īl 'alayhissalām, agama tauhid.

 

Jakarta, 22-01-1439 H / 12-10-2017 M
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja
www.firanda.com

Baca selengkapnya

Ikhlas Itu…

Saya tuh ndak mau ceramah di TV, takut Riya’ = Riya’. Saya ceramah di TV biar gimana gitu= Riya’ Saya tuh ikhlas = gombal Riya’ = melakukan atau meninggalkan suatu ibadah karena selain Allah Ikhlas = melakukan atau meninggalkan ibadah karena Allah semata. La terus gimana dong?  Ikhlas tuh ndak usah dipropagandakan, disosialisasikan, atau diceritakan, … Continue reading Ikhlas Itu…

Baca selengkapnya

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا… “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya…” (QS. At-Tahrim [66]: 8) Agar taubat diterima oleh Allah Ta’ala, maka seseorang harus memenuhi 8 syarat, yaitu : (1). Menyesali dosa yang telah dilakukan, sehingga tidak ingin mengulanginya kembali. … Continue reading Saudaraku, Sudah Benarkah Taubatmu..?

Baca selengkapnya

Alhamdulillâh, sebagai bentuk andil untuk memotivasi saudara-saudara saya seiman yang saya cintai karena Allâh, maka saya ketengah-kan sebuah terjemahan yang sangat sederhana ini. Walaupun sederhana dan ringkas, namun isinya -insya Allâh- sangat bermanfaat dan sarat akan manfaat. Buku ini adalah terjemahan dari kutaiyib (buku mini) yang berjudul Kayfiyatu Tadwîn al-‘Ilm wa Hifzhil Fawâ`id (Cara Mencatat […]

Baca selengkapnya

Masa muda adalah masa paling esensial dan substansial bagi manusia. Siapa yang bisa memanfaat-kannya dengan sebaik-baiknya maka akan beruntung. Namun, siapa yang menyia-nyiakannya, maka akan merugi. Ebook yang ada di hadapan pembaca ini adalah risalah yang ditulis oleh Syaikh DR ‘Abdurrazzâq bin ‘Abdulmuhsin al-‘Abbâd al-Badr hafizhahullâhu yang berjudul “Min Washôyâ as-Salaf lisy Syabâb”. Awalnya risalah […]

Baca selengkapnya

Ebook yang ada di hadapan pembaca ini adalah risalah yang ditulis oleh Syaikh DR ‘Abdurrazzâq bin ‘Abdulmuhsin al-‘Abbâd al-Badr hafizhahullâhu yang berjudul “Asyru Qowâ’id fîl Istiqômah” yang kami terjemahkan dengan judul “10 KAIDAH MERAIH ISTIQOMAH”. Saya sengaja menerjemahkannya karena saat membacanya, begitu banyak manfaat dan faidah di dalam risalah yang ringkas ini. Selain itu juga […]

Baca selengkapnya

Download Pelajaran Bahasa Arab: Duruusul Lughah 2 - Ustadz Hamzah Abbas

Pelajaran bahasa Arab oleh: Ustadz Hamzah Abbas, Lc. Berikut ini adalah lanjutan pelajaran bahasa Arab dari kitab Durusul Lughah 2 yang disampaikan oleh Ustadz Hamzah Abbas, Lc. pada Kamis malam, 21 Muharram 1439 H / 12 Oktober 2017 M. Pada kesempatan kali ini beliau akan menjelaskan pelajaran pada “Halaman 173 – DARS 26“. (Download juga […]

Tulisan PELAJARAN BAHASA ARAB: DURUSUL LUGHAH 2 – HALAMAN 173 – DARS 26 – (USTADZ HAMZAH ABBAS, LC.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Baca selengkapnya