Bid’ah menuruti kemauan sendiri sedangkan ibadah menuruti kemauan Allah. Sobat, menuruti kemauan sendiri itu namanya memburu nafsu, sedangkan menuruti kemauan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya itu namanya kepatuhan. Jadi jelas bedanya; dalam urusan dunia, anda bebas berkreatifitas, berinovasi, bereksperimen, dan mengeksplorasi kesenangan, melampiaskan nafsu, dan ambisi anda, selama tidak kelewat batas hingga melanggar batas syari’at, hingga … Continue reading Antara Bid’ah dan Ibadah…

Baca selengkapnya

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh-: “Seseorang selama ruhnya masih di raganya, dia bisa saja ter-‘fitnah‘, oleh karena itu aku berpesan kepada diriku sendiri dan kalian semua, agar kita selalu meminta kepada Allah KETEGUHAN di atas iman. Dan hendaknya kalian takut, karena ada banyak tempat licin di bawah kaki kalian, bila Allah -azza wajall- tidak meneguhkan kalian, maka … Continue reading Kita Itu Lemah, Allah Yang Menguatkan Kita…

Baca selengkapnya

Jadwal (sementara) Majelis Ilmu di JABODETABEK untuk KAMIS Ke 4 Tanggal 05 – 06 ROBI’UL AWWAL 1439 H / 23 NOVEMBER 2017 M . . Tempat: Masjid Thariqul Huda, Jl. Elang 5, Jatisampurna, Kranggan, Bekasi Pemateri: Ustadz Hasan Al Jaizy, Lc Tema: Lazim al-Qaul Waktu: Ba’da Sholat Shubuh – selesai Informasi: 0812-8753-9969 ******* . Tempat: … Continue reading JADWAL MAJELIS ILMU — JABODETABEK — KAMIS 23 NOVEMBER 2017

Baca selengkapnya

Lalai dalam membayar hutang bisa digolongkan orang yang memakan harta orang lain dengan cara batil dan haram.

Baca selengkapnya

Agenda Kegiatan KPMI Surabaya “Kajian Islami Motivasi Bisnis (KISMIS) Bersama Ust. Dr. Muhammad Arifin Baderi, MA” Tema       :  “Ciri Harta yang Barokah dan Cara Mendapatkannya“ Waktu     :  InsyaAllah pada Hari/tgl : Ahad/08 September 2013, Pkl 08.00 – dhuhur  Tempat   :  Masjid Al Firdaus Pepelegi Waru Surabaya (belakang Lottemart/Makro Pepelegi) Informasi acara / CP :  Ino […]

Baca selengkapnya

Setelah kelahiran Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, beliau disusui selama beberapa hari oleh ibunya (ada yang berpendapat selama 3 hari atau 7 hari atau 9 hari), kemudian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam disusui selama beberapa hari oleh Tsuwaibah (budaknya Abū Lahab, paman Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam). Abū Lahab merasa gembira atas kelahiran Muhammad, keponakannya. Karena itu dia memerintahkan budaknya untuk menyusui Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Sebelumnya, Tsuwaibah pernah menyusui Hamzah[1] bin Abdil Muthholib (paman Nabi). Selain Nabi dan Hamzah, Tsuwaibah juga menyusui Abu Salamah bin 'Abdil Asad Al-Makhzuumi. Oleh karena itu, Nabi, Hamzah, dan Abu Salamah adalah saudara sepersusuan karena sama-sama disusui oleh Tsuwaibah

Ibnu Abbas berkata :

قِيلَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَلاَ تَتَزَوَّجُ ابْنَةَ حَمْزَةَ؟ قَالَ: «إِنَّهَا ابْنَةُ أَخِي مِنَ الرَّضَاعَةِ»

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ditanya, "Kenapa engkau tidak menikah dengan putrinya Hamzah?" Maka Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan: "Dia adalah putri dari saudaraku sepersusuan." (HR Al-Bukhari no 5100 dan Muslim no 1447)

Baca selengkapnya