Assaalamualaikum
Ana ingin bertanya sekaligus referensinya:

1. Apakah benar najis itu dikategorikan menjadi tiga? Apakah trerdapat dalil shohih yang menjelaskannya?
2. Apakah anjing itu najis? Hadits (yang kurang lebih isinya): “kalau ada bejana berisi air yang digunakan untuk minum anjing, maka bejana tersebut harus dicuci 7 kali dengan 1 kali tanah pada awalnya”. Apakah hadist tersebut menjadi dalil najisnya anjing?
3. Ada hadist berbunyi bahwa binatang hasil buruan anjing yang terlatih itu halal untuk dimakan.Bagaimana jika binatang hasil buruan anjing terkena liur anjing? Dan saat kita melatih anjing tersebut tentunya akan sering bersentuhan dengan anjing.

Jazakalloh khoiron atas jawabannya

27 Maret 2007
ana_aljembery

________________________________________________________________

Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

1. Membagi najis menjadi 3 adalah pembahasan fiqh, yang tentunya merupakan kesimpulan dari nash-nash yang berkaitan dengan najis. Jadi hal ini dibenarkan. Demikian juga masalah-masalah lainnya, di antara ulama berbeda dalam pembagian katagorinya tetapi yang jelas substansinya sama.

2. Ya benar, anjing adalah najis dan Hadits itu memang mengenai najisnya anjing. Bahkan tidak saja merupakan najis yang paling berat, tetapi juga orang yang rumahnya terdapat anjing maka Malaikat tidak mau masuk ke dalam rumahnya. Tentunya sangatlah rugi jika Malaikat yang merupakan makhluk terdekat dengan Allah tidak mau masuk ke dalam rumah kita. Anjing diperbolehkan untuk dipelihara jika untuk berburu, menjaga tanaman dan menjaga ternak.

3. Benar, hasil buruan anjing yang terlatih boleh dimakan, sebagaimana juga disebutkan dalam Qs. Al-Maidah;4. Kalau buruannya terkena liurnya, maka sebagaimana umumnya hadits tentang najisnya jilatan anjing, yaitu dibasuh 7 kali, salah satu basuhannya dicampur dengan tanah. Demikian juga ketika melatih, jika terkena liurnya anjing. Wallahu a’lam.

Ust. Muhammad Nur Yasin

Berlangganan artikel Situs Sunnah melalui email, RSS, atau Telegram.