Fatwa Syaikh Muhammad Ali Farkus

Soal:

Jika tahnik itu disyariatkan, apakah disyaratkan harus dengan kurma saja? Jazaakumullah khayran

Jawab:

الحمدُ لله ربِّ العالمين، والصلاة والسلام على مَنْ أرسله اللهُ رحمةً للعالمين، وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدِّين، أمَّا بعد

Bagi ulama yang berpendapat bolehnya melakukan tahnik, yang paling uatma adalah dengan kurma. Jika tidak ada kurma maka mentahnik dengan makanan yang manis. Ini adalah pendapat Syafi’iyyah dan Hanabilah. Imam An Nawawi mengatakan: “Dalam hadits ini (yaitu hadits Anas bin Malik radhiallahu’anhu) terdapat beberapa faidah”. Beliau menyebutkan diantaranya: “Tahnik itu dengan menggunakan kurma, dan ini dianjurkan. Andaikan mentahniknya dengan makanan yang lain, maka tetap dianggap sebagai tahnik. Namun kurma itu lebih utama”

Namun yang lebih rajih menurut saya adalah tahnik itu tidak disyariatkan1 sebagaimana telah saya jelaskan dalam fatwa sebelumnya.

والعلمُ عند الله تعالى، وآخِرُ دعوانا أنِ الحمدُ لله ربِّ العالمين، وصلَّى الله على محمَّدٍ وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدِّين، وسلَّم تسليمًا.

Baca juga:

  1. Benarkah Tahnik Termasuk Imunisasi Islami?
  2. Kehadiran Sang Buah Hati

***

Sumber: http://ferkous.com/home/?q=fatwa-1139

Penerjemah: Yulian Purnama
Artikel: Muslim.or.id

 

___

Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  

Berlangganan artikel Situs Sunnah melalui email, RSS, atau Telegram.