Ringkasan Fikih Islam : Komitmen Kepada Jamaah Ketika Fitnah

klikUK.com 1 min ago Akidah Akhlaq, Brankas, Fiqih, Kitab dan hadist, Mutiara Sunnah, Postinganku 0 Views

Kewajiban Komitmen dengan Jama’ah Kaum Muslimin dan Penguasa Mereka pada Saat Munculnya Fitnah Apapun

 

  • Dari Hudzaifah bin Al-Yaman semoga Allah meridhai keduanya berkata: Bahwa orang-orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kebaikan dan aku bertanya kepadanya tentang keburukan karena khawatir jika keburukan tersebut menimpa diriku. Aku berkata: “Wahai Rasulullah kita pernah berada pada masa jahiliyah dan keburukan, lalu Allah mendatangkan kepada kami kebaikan ini, apakah setelah kebaikan ini akan terjadi keburukan?. Beliau bersabda: “Ya”. Lalu aku bertanya kembali: “Apakah setelah terjadinya keburukan akan terjadi kebaikan?. Beliau menjawab: “Ya, dan akan terjadi dan akan nampak padanya kerusakan”. Kerusakan apakah yang akan terjadi?. Tanyaku. Beliau bersabda: “Akan ada suatu kaum yang akan berbuat bukan dengan sunnahku dan tidak mengambil petunjukku, kamu mengetahui mereka dan mengingkarinya”. Aku bertanya: “Apakah setelah kebaikan ini ada terjadi keburukan?.  Beliau bersabda: “Ya, akan ada penyeru kepada pintu-pintu jahannam dan barangsiapa yang menerima seruan itu, mereka campakkan ke dalam api neraka”. Aku bertanya: “Wahai Rasulullah jelaskanlah kepada kami siapakah mereka itu?. Beliau menjawab: “Mereka adalah kaum dari keturunan kita dan berbicara dengan bahasa kita”. Aku bertanya: “Wahai Rasulullah apakah yang engkau perintahkan kepada kami jika terjadi masa tersebut?. Beliau bersabda: “Tetaplah komitmen dengan jam’ah kaum muslim dan peminpin mereka”. Aku bertanya: “Jika mereka tidak memiliki jama’ah dan pemimpin?. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Juhilah semua kelompok tersebut sekalipun engkau terpaksa harus menggigit akar pohon sampai kematian menjemputmu dan engkau tetap berada dalam keadaan tersebut”. Muttafaq alihi.[1]
  • Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan, memisahkan diri dari jama’ah kaum muslimin lalu mati maka dia mati dengan kematian jahiliyah, barangsiapa yang berjuang di bawah bendera kefanatikan, marah karena kefanatikan, menyeru kepada kefanatikan atau menolong karena kefanatikan lalu dia mati padanya,maka kematiannya adalah kematian jahiliyah. Barangsiapa yang keluar untuk memerangi umatku, membunuh orang yang baik atau buruk dari mereka dan tidak menghiraukan orang yang beriman dari mereka serta orang yang berjanji tidak menepati janjinya maka dia bukan golonganku  dan aku bukan dari golongannya”. HR. Muslim.[2]
  • Dari Ibnu Abbas semoga Allah meridhai mereka berdua bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang melihat dari peminpinnya sesuatu yang dibencinya maka hendalah dia bersabar atasnya, sebab sesungguhnya barangsiapa yang memisahkan diri dari jama’ah kaum muslimin walaupun satu jengkal kemudian dia mati dalam keadaan tersebut maka kematiannya adalah kematian jahiliyah”. Muttafaq alaihi.[3]

 

[1]  HR. Bukhari no: 3606 dan Muslim no: 1847

[2] HR. Muslim no: 1848

[3] HR. Bukhari no: 7054 dan Muslim no: 1849.

2017-07-29

Check Also

Tugas Seorang Khalifah  Firman Allah Ta’ala kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا ...

Berlangganan artikel Situs Sunnah melalui email, RSS, atau Telegram.