Keutamaan Penguasa yang Adil dan Ancaman bagi Penguasa yang Zalim

Firman Allah Subhanahu Wata’ala :

وَأَقْسِطُوْا إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

“…berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil”.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قاَلَ: ((سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ إِمَامٌ عَدْلٌ وَشَابٌ نَشَأَ ِفي عِبَادَةِ اللهِ …))

Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda : Tujuh golongan orang yang akan dinaungi oleh Allah Ta’ala pada naunganNya di hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya, peminpin yang adil dan pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah..”. (Muttafaq Alaihi).[1]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ:  َقالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((إِنَّ الْمُقْسِطِيْنَ عِنْدَ اللهِ عَلىَ مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَِمِيْنِ الرَّحْمنِ عَزَّ وَجَلَّ  وِكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِيْنٌ اَلَّذِيْنَ يَعْدِلُوْنَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيْهِمْ وَمَا وَلُوْا))

Dari Abdullah bin Amr semoga semoga Allah meridhai keduanya berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah berada di atas mimbar-mimbar di sisi Allah di sisi kanan Allah Yang Maha Pengasih Azza Wa Jalla, dan kedua tanganNya adalah kanan, yaitu orang-orang yang berlaku adil dalam berhukum, dan adil dalam keluarga, dan jabatan yang pegang”. HR. Muslim.[2]

عَنْ مُعَقِلِ بنِ يَسَارٍ ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْل َاللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: ((ماَ مِنْ َعَبْدٍ يَسْتَرْعِيْهِ اللهُ رَعِيَّةً يَمُوْتُ يَوْمَ يَمُوْتُ وَهُوَ غَاشٍ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ)) متفق عليه

Dari Ma’kil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Tidaklah seorang hamba pun yang diberikan oleh Allah mengurusi urusan rakyat kemudian meninggal sementara dirinya pada saat meninggal tersebut berlaku menipu terhadap rakyatnya kecuali Allah pasti mengharamkan baginya memasuki surge”. (Muttafaq Alaihi).[3]

 

 

[1] Al-Bukhari:  1423 dan Muslim: 1031

[2] HR. Muslim no: 1827.

[3]Al-Bukhari: 7150 dan Muslim: 142.

Berlangganan artikel Situs Sunnah melalui email, RSS, atau Telegram.