16. Bacaan Bila Tertimpa Sesuatu Yang Tidak Disenangi

قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ
Qadarullaahi wa maa syaa-a fa’ala.
Ini taqdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.
atau
قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ
Qaddarallaahu wa maa syaa-a fa’ala.
Allah telah mentaqdirkannya, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan. [HR. Muslim 4/2052]
Penjelasan ringkas:

Bacaan ini mengandung makna agar kita tidak mencela atau tidak terima dengan takdir Allah. Dzikir ini berasal dari suatu hadits yang intinya jangan sampai kita mencela takdir Allah kemudian berandai-andai dan mengucapkan “seandainya”. Hal ini bisa membuka pintu setan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻭَﺇِﻥْ ﺃَﺻَﺎﺑَﻚَ ﺷَﻲْﺀٌ ﻓَﻼ ﺗَﻘُﻞْ : ﻟَﻮْ ﺃَﻧِّﻲ ﻓَﻌَﻠْﺖُ ﻛَﺬَﺍ ﻟَﻜَﺎﻥَ ﻛَﺬَﺍ ﻭَ ﻛَﺬَﺍ , ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻗُﻞْ : ﻗَﺪَﺭُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﻓَﻌَﻞَ , ﻓَﺈِﻥَّ ﻟَﻮْ ﺗَﻔْﺘَﺢُ ﻋَﻤَﻞَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ
“Jika kamu tertimpa sesuatu (keburukan), maka janganlah kamu mengatakan,

‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’.

Tetapi katakanlah, (QADARULLAH) ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan”.(HR. Muslim)
Ucapan  “seandainya” dalam hadits ini bisa bermakna:

1. Protes terhadap takdir, padahal itu adalah perbuatan Allah berarti protes/mencela perbuatan Allah

2. Tidak ridha dengan takdir Allah
Tidak ada manfaatnya juga mencela dan menyesali masa lalu yang tidak akan bisa kembali, lebih baik segera bangkit dan perbaiki untuk masa akan datang
17. Doa Ketika Tertimpa Musibah
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أُجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, allaahumma ujurnii fii mushiibatii wa akhlif lii khairan minhaa.
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali (di hari Kiamat). Ya Allah, berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku).” (HR. Muslim 2/632)
Penjelasan ringkas:

Ketika tertimpa musibah maka segeralah mengucapkan doa ini, terlebih dalam doa tersebut ada doa agar kita segera mendapatkan pahal dan ganti yang lebih baik. Salah satu kisah terkenal dengan doa ini adalah kisah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu Ummu Salamah tatkala suaminya yaitu Abu Salamah meninggal. Ia membaca doa ini dan kemudian ia sempat berpikir, siapakah pengganti yang lebih baik dati Abu Salamah. Ternyata penggantinya adalah manusia terbaik yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai suaminya
Ummu salamah berkisah,
ﺃُﻋَﺎﺽُ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺳَﻠَﻤَﺔَ؟ ﺛُﻢَّ ﻗُﻠْﺘُﻬَﺎ، ﻓَﻌَﺎﺿَﻨِﻲ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻭَﺁﺟَﺮَﻧِﻲ ﻓِﻲ ﻣُﺼِﻴﺒَﺘِﻲ
“Saya diberi ganti yang lebih baik dari pada Abu Salamah? Akupun tetap membacanya. kemduian Allah gantikan suami untukku Muhammad

shallallahu ‘alaihi wa sallam , dan Allah berikan pa padahal untuk musibahku.”

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi pengganti Abu Salamah untuknya. (HR. Muslim 918).

18. Bacaan Ketika Ada Yang Menyenangkan 
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ
Alhamdulillaahil-ladzii bini’matihi tatimmush-saalihaat.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala amal shalih sempurna.” [HR. Ibnu Majah]
Penjelasan ringkas:

Dzikir ini merupakan bacaan yang diucapkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam ketika mendapati suatu hal  yang menyenangkan. Sebagaimana riwayat dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Beliau berkata,
ْ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻯ ﻣَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﺑِﻨِﻌْﻤَﺘِﻪِ ﺗَﺘِﻢُّ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕُ ‏» . ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻯ ﻣَﺎ ﻳَﻜْﺮَﻩُ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺣَﺎﻝٍ ‏» 
“Kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat” . Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “ Alhamdulillah ‘ala kulli hal “” [HR Ibnu Majah no 3803 dinilai hasan oleh al Albani].
Dari hadits di atas kita dapatkan ada dzikir juga yang bisa dibaca dan cukup ringkas jika ada sesuatu yang tidak menyenangkan:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
Alhamdulillaahi ‘alaa kulli haal.
“Segala puji bagi Allah atas segala keadaan.”
19. Doa ketika Mengalami Kesedihan Dan Kesulitan

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ
Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz-dzaalimiin.
“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.” (HR. Tirmidzi)
Penjelasan ringkas:

Doa ini adalah doa yang dibaca oleh Nabi Yunus atau Dzun Nun ketika sedang berada dalam kesulitan yang sangat sulit yaitu berada di dalam perut ikan. Doa ini mengandung pengakuan akan Dzat Allah yang Maha Suci dan pengakuan bahwa hamba-Nya yang telah dzalim, bukan Allah sehingga hamba telah merugikan diri sendiri atas perbuatannya. Dengan doa ini Nabi Yunus dilepaskan dari kesulitan yang sangat dengan izin Allah (lihat penjelasan Hisnul Muslim)
Insyaallah berlanjut
@Kantor YPIA
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com

Berlangganan artikel Situs Sunnah melalui email, RSS, atau Telegram.