Terakhir diperbaharui: Senin, 17 Safar 1439 / 06 November 2017 pukul 11:07
Tautan: http://rodja.id/1j6

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Berikut ini rekaman kajian penjelasan kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (شرح الأصول الثلاثة) atau biasa disebut dengan 3 Landasan Utama karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimi rahimahullah yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada 30 Syawwal 1438 H / 24 Juli 2017 M. Pada pertemuan kali ini, beliau akan menyampaikan tentang “Penjelasan Lengkap Ibadah Menyembelih“. Semoga bermanfaat.

(Download juga rekaman kajian sebelumnya: Ibadah Istighosah dan Menyembelih – Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Simak kajian penuh manfaat ini setiap:

Ahad dan Senin, Pukul: 17:00 – 18:00 WIB

Hanya di Radio Rodja dan Rodja TV.

Ringkasan Kajian Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah: Penjelasan Lengkap Ibadah Menyembelih

MP3 kajian kali ini merupakan lanjutan dari kajian sebelumnya, yaitu masih membahas tentang dalil-dalil ibadah tentang menyembelih. Diantara dalil yang dibahas adalah larangan menyembelih untuk selain Allah Subhana wa Ta’ala. Bahkan dalam sebuah hadist, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

عن طارق بن شهاب، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (دخل الجنة رجل في ذباب، ودخل النار رجل في ذباب) قالوا: وكيف ذلك يا رسول الله؟! قال: (مر رجلان على قوم لهم صنم لا يجوزه أحد حتى يقرب له شيئاً، فقالوا لأحدهما قرب قال: ليس عندي شيء أقرب قالوا له: قرب ولو ذباباً، فقرب ذباباً، فخلوا سبيله، فدخل النار، وقالوا للآخر: قرب، فقال: ما كنت لأقرب لأحد شيئاً دون الله عز وجل، فضربوا عنقه فدخل الجنة)

Dari Thariq bin Syihab, (beliau menceritakan) bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ada dua orang lelaki yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala. Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban (memberikan sesaji) sesuatu untuk berhala tersebut. Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, “Berkorbanlah.” Ia pun menjawab, “Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan.” Mereka mengatakan, “Berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat.” Ia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah, ia masuk neraka. Mereka juga memerintahkan kepada orang yang satunya, “Berkorbanlah.” Ia menjawab, “Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah ‘azza wa jalla.” Akhirnya, mereka pun memenggal lehernya. Karena itulah, ia masuk surga.”

Dari hadist di atas kita bisa mengetahui, hanya karena hewan yang sangat hina seseorang bisa masuk neraka. Bagaimana dengan orang yang pergi ke pasar kemudian membeli kambing yang paling baik dan mahal. Kemudian menyembelih untuk mendekatkan kepada bebatuan, mayit atau kepada orang yang lainnya, tentunya orang tersebut lebih berhak masuk neraka dari pada orang yang hanya menyembelih hewan lalat yang sangat hina tadi.

Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa menyembelih adalah ibadah yang tidak boleh kita selewengkan kepada selain Allah Subhana wa Ta’ala. Maka ketika kita menyembelih kita harus meniatkan diri untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhana wa Ta’ala dan meminta pertolongan kepadaNya.

Dengarkan Penjelasan Lengkapnya dengan Download dan Simak MP3 Kajian Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah: Penjelasan Lengkap Ibadah Menyembelih


Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khairan

Al-Ushul Ats-Tsalatsah, Aqidah, Dakwah, Ilmu, Ilmu agama, Ilmu syar'i, Kesabaran, Kesyirikan, Keutamaan ilmu, Sabar, Syirik, Tauhid, Ushul Tsalatsah

Berlangganan artikel Situs Sunnah melalui email, RSS, atau Telegram.