Seorang yang memiliki keutamaan telah mengirimkan kepadaku suatu naskah dari kitab karya Syaikh DR. Abdul Aziz bin Abdul Fattah al-Qari yang berjudul “al-Atsar an-Nabawiyah fil Madinah al-Munawwaroh, Wujubul Muhafazhoh ‘alaiha wa Jawazu at-Tabarruk biha” (Bekas Peninggalan Nabi di Madinah Munawaroh, Kewajiban Menjaganya dan Bolehnya Bertabarruk Dengannya), yang tertuliskan padanya, “Wakaf karena Allah ta’ala, th 1427 H).

Judul kitab itu telah membuatku tertarik, terutama perkataan, “Bolehnya bertabarruk (mencari berkah) dengannya.” Maka aku pun membacanya secara singkat. Dan yang juga membuatku tertarik adalah kebanyakan penafsirannya terhadap atsar (bekas peninggalan) Nabi, (yang dia tafsirkan) sebagai petilasan (tempat-tempat bekas peninggalan) Nabi. Lalu setelah beberapa hari, aku pun kembali membacanya untuk kedua kalinya untuk menuliskan beberapa catatan dan pernyataan sikap terhadap kitab tersebut.

Ikuti pembahasan dari Syaikh Alawy bin Abdul Qodir As Saqqof ini di website kami di Direktori Islam

Berlangganan artikel Situs Sunnah melalui email, RSS, atau Telegram.