Baca pembahasan sebelumnya Kemuliaan Al Qur`an Al Karim (4)

Selanjutnya, di bagian akhir dari muqaddimah kitab Al-Burhan Fi ‘Ulumil Qur`an, Syaikh Badrud Din Muhammad bin Abdullah Az-Zarkasy Asy-Syafi’i rahimahullah menerangkan alasan penulisan kitabnya tersebut. Beliau rahimahullah mengatakan,

وَلَمَّا كَانَتْ عُلُومُ الْقُرْآنِ لَا تَنْحَصِرُ وَمَعَانِيهِ لَا تُسْتَقْصَى وَجَبَتِ الْعِنَايَةُ بِالْقَدْرِ الْمُمْكِنِ وَمِمَّا فَاتَ الْمُتَقَدِّمِينَ وَضْعُ كِتَابٍ يَشْتَمِلُ على أنواع علومه وكما وَضَعَ النَّاسُ ذَلِكَ بِالنِّسْبَةِ إِلَى عِلْمِ الْحَدِيثِ فَاسْتَخَرْتُ اللَّهَ تَعَالَى- وَلَهُ الْحَمْدُ- فِي وَضْعِ كِتَابٍ فِي ذَلِكَ… وَسَمَّيْتُهُ البرهان في علوم القرآن

“Ketika (telah diketahui bahwa) ilmu-ilmu Al-Qur`an itu tak terbatas dan makna-maknanyapun tak terliputi (oleh ilmu manusia), maka haruslah diberikan perhatian sekadar yang memungkinkan (untuk dilakukan). Dan salah satu yang terluput dilakukan ulama terdahulu adalah menuliskan kitab (secara khusus dalam bidang) yang mencakup berbagai macam ilmu-ilmu Al-Qur`an (Ulumul Qur`an). Dan sebagaimana ulama menuliskan kitab-kitab secara khusus dalam bidang ilmu Hadits, maka saya memohon petunjuk kepada Allah Ta’ala -Alhamdulillah-, untuk menuliskan sebuah kitab dalam disiplin ilmu Ulumul Qur`an….dan aku beri nama kitab ini dengan:  Al-Burhan Fi ‘Ulumil Qur`an.

(Selesai ringkasan muqoddimah Al-Burhan Fi ‘Ulumil Qur`an).

Baca juga:
* [VIDEO] Nasehat Bagi Penghafal Qur’an
* Hukum Membaca Al Qur’an Secara Berjamaah Satu Suara
* Doa-Doa Dari Al Qur’an

Nasehat Penutup

Di akhir serial artikel yang sederhana ini, penulis ingin menasehati diri sendiri khususnya, dan kaum muslimin semuanya -semoga Allah menambahkan hidayah-Nya kepada kita semua- bahwa menyibukkan diri dengan Al-Qur`an Al-Karim, baik dengan membacanya, memahaminya, mengamalkannya dan mendakwahkannya, adalah aktifitas yang sangat besar pengaruhnya bagi perbaikan keimanan diri kita. Karena orang yang mempelajari Al-Qur`an dan mengamalkannya, dijamin keluar dari kegelapan kemaksiatan kepada cahaya ketaatan kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ  

(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” (Q.S. Ibrahim: 1).

Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah menjelaskan,

“Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia telah menurunkan kitab-Nya kepada Rasul-Nya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyampaikan manfaat kepada makhluk, mengeluarkan manusia dari kegelapan, kebodohan, kekufuran, akhlak yang buruk dan berbagai macam kemaksiatan kepada cahaya ilmu, iman dan akhlak yang baik. Firman Allah, {بِإِذْنِ رَبِّهِمْ}

“dengan izin Tuhan mereka” maksudnya adalah tidaklah mereka mendapatkan tujuan yang dicintai oleh Allah melainkan dengan kehendak dan pertolongan dari Allah, maka di sini terdapat dorongan bagi hamba untuk memohon pertolongan kepada Tuhan mereka. Kemudian Allah menjelaskan tentang cahaya yang ditunjukkan kepada mereka dalam Al-Qur`an, dengan berfirman,

{إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ} “(yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji” maksudnya adalah yang mengantarkan kepada-Nya dan kepada tempat yang dimuliakan-Nya, yang mencakup atas ilmu yang benar dan pengamalannya. Dalam penyebutan {العزيز الحميد} setelah penyebutan jalan yang mengantarkan kepada-Nya, terdapat isyarat kepada orang yang menitinya bahwa ia adalah orang yang mulia dengan pengaruh kemuliaan Allah, lagi kuat walaupun tidak ada penolong kecuali Allah. Dan terpuji dalam urusan-urusannya lagi memperoleh akibat yang baik” (Tafsir As-Sa’di, hal. 478).

Dari penjelasan di atas, sangatlah jelas bahwa barangsiapa yang ingin keluar dari dosa-dosa, ingin keluar dari kekurangan dan kelemahannya, maka perbanyaklah mempelajari Al-Qur`an dan mengamalkannya, bukannya justru menyedikitkan hal itu, sembari sibuk dengan urusan-urusan dunia dan memperbanyaknya sehingga sampai mengutamakannya melebihi Al-Qur`an.

Baca juga:
* Bolehkah Meletakkan Al Qur’an Di Lantai?
* Membaca Doa Dari Al Qur’an Ketika Sujud

Dari sini nampak sekali kerugian yang sangat besar ada pada diri orang yang terlena dengan dunia, sedangkan ia jarang menyentuh dan membaca Al-Qur`an, sedikit mengetahui tafsirnya, dan sedikit pula mengamalkannya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa penulis, memperbaiki keimanan penulis, dan menerima amal penulis. Semoga Allah menganugerahkan kepada penulis kemudahan untuk banyak membaca Al-Qur`an dan Al-Hadits, mempelajari keduanya, serta mengamalkan keduanya. Sebagaimana penulis juga berdoa agar Allah anugerahkan hal itu semua kepada para pembaca. Amiin. Wallahu a’lam.

(Ringkasan Muqaddimah Kitab Al-Burhan Fi ‘Ulumil Qur`an)

Daftar Link Artikel Berseri:
  1. Kemuliaan Al Qur’an Al Karim (1)
  2. Kemuliaan Al Qur’an Al Karim (2)
  3. Kemuliaan Al Qur’an Al Karim (3)
  4. Kemuliaan Al Qur`an Al-Karim (4)
  5. Kemuliaan Al Qur`an Al Karim (5)

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah
Artikel: Muslim.or.id 

Ingin Belajat Menghapal Al Quran? Silakan Klik Tautan Berikut

Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  

Berlangganan artikel Situs Sunnah melalui email, RSS, atau Telegram.