Ibnul Qoyyim rahimahullah Berbicara tentang Kesempurnaan Islam

Perhatikanlah, para pembaca, bagaimana Ibnul Qoyyim rahimahullah menggambarkan kepada kita kesempurnaan Islam yang hal ini sesungguhnya menunjukkan keindahan Islam. Berikut ini kami sarikan1 penjelasan beliau yang tertulis dalam kitabnya I’lamul Muwaqqi’in (4/285-286).

Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan bahwa agama yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam adalah agama yang sempurna, menyeluruh, mencukupi kebutuhan manusia, sehingga umat Islam tidak membutuhkan ajaran agama selainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam telah menjelaskan kepada umat ini tentang hukum kehidupan, kematian maupun setelahnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam wafat, sedangkan tidak ada satu pun kebaikan yang dibutuhkan manusia kecuali telah beliau shallallahu ‘alaihi was sallam jelaskan. Beliau  shallallahu ‘alaihi was sallam telah mengajarkan semua kebaikan, sampai pun adab buang hajat, hubungan badan antar suami istri, tidur, berdiri, duduk, makan, minum, menaiki kendaraan, safar, mukim, diam, berbicara, dan adab bergaul.

Beliau pun shallallahu ‘alaihi was sallam  mengajarkan tentang hakikat kekayaan, perihal kemiskinan, masalah sehat dan sakit.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam wafat dan beliau telah menjelaskan tentang sifat-sifat Al-‘Arsy, Al-Kursi, malaikat, jin, neraka, surga, hari Kiamat dan apa yang terjadi padanya hingga seolah-olah orang yang mendengarnya seperti sedang melihat dengan mata kepala sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam telah memberitahukan kepada umatnya tentang satu-satunya sesembahan mereka yang benar, yaitu Allah Tabaraka wa Ta’ala, dengan penjelasan yang sempurna. Mengenalkan kepada mereka nama Allah, sifat dan perbuatan-Nya. Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mengenalkan kepada umatnya tentang para nabi ‘alaihimush shalatu was salam dan umat mereka, serta peristiwa yang terjadi di antara mereka, seolah-olah umatnya sedang hidup di tengah-tengah umat terdahulu.

Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam juga memberitahukan jalan-jalan kebaikan dan keburukan, yang nampak maupun tidak nampak, mengenalkan tentang keadaan-keadaan kematian, dan  alam barzakh, memberitahukan adanya hari kebangkitan dan prosesi di akherat nantinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam pun telah menjelaskan dengan gamblang dalil-dalil tentang tauhid, kenabian, kerasulan serta bantahan terhadap kelompok kufur dan sesat yang jika dipahami dengan baik, tidak akan tersisa sedikitpun syubhat dan kebingungan.

Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam pun mengajarkan ilmu tentang peperangan dan adab-adabnya, dan mengajarkan pula sebab-sebab kemenangan yang kalau diterapkan tidak ada satupun musuh Islam yang sanggup berhadapan dengan kaum muslimin.

Demikian pula, beliau shallallahu ‘alaihi was sallam menjelaskan tentang tipu daya setan dan pintu-pintunya sehingga umatnya pun bisa terlindungi dari keburukannya dengan mewaspadai tipu dayanya dan mennghindari pintu-pintunya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam pun telah menjelaskan tentang jiwa manusia, serta sifat-sifatnya dengan sempurna sehingga umatnya tidaklah membutuhkan penjelasan selainnya.

Beliau shallallahu ‘alaihi was sallam pun mengajarkan tentang pedoman hidup manusia yang jika manusia menerapkannya, niscaya akan lurus hidupnya. Kesimpulannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam membawa ajaran kebaikan dunia dan akherat untuk umatnya dengan sempurna. Jadi, bagaimana mungkin muncul persangkaan bahwa agama Islam yang dibawa oleh beliau shallallahu ‘alaihi was sallam itu masih membutuhkan logika, analogi (qiyas), dan teori politik di luar Islam untuk menyempurnakan agama Islam?

Barangsiapa yang menyangka demikian, maka kedudukannya seperti orang yang menyangka bahwa manusia membutuhkan rasul lain sepeninggal beliau shallallahu ‘alaihi was sallam. Dan faktor penyebab sangkaan yang salah itu adalah sedikitnya pemahaman orang yang menyangka tentang agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam dan tidak banyak mengenal pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam, yang mana para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam adalah orang-orang yang mencukupkan diri mereka dengan agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam dan mereka tidak membutuhkan kepada ajaran agama selainnya, oleh karena itu mereka berhasil menjadi penyebab terbukanya hati manusia  dan terbukanya berbagai negeri di bawah kepemimpinan mereka.

[Bersambung]

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

Anda sedang membaca: " Keindahan Islam ", baca lebih lanjut dari artikel berseri ini:

______

Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  

Berlangganan artikel Situs Sunnah melalui email, RSS, atau Telegram.