Pertanyaan:

Terdapat hadits yang berbunyi:

فِي آخِرِ الزَّمَانِ تَكُونَ سَنَتِكُمْ كَالشَّهْرِ وَالشَّهْرُ كَالأسْبُوعِ وَالأسْبُوعُ كَالْيَوْمِ

Di akhir zaman setahun akan kalian rasakan seperti sebulan, sebulan kalian rasakan seperti sepekan, sepekan kalian rasakan seperti sehari“[1]

Apakah hadits ini shahih?

Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:

Benar, hadits ini shahih dan ma’ruf. Zaman saling berdekatan di akhir zaman satu pekan seperti satu hari, satu bulan seperti satu pekan.

Dan makna “zaman saling berdekatan”, wallahu a’lam, adalah sangat sibuknya manusia sehingga mereka melewati hari-hari dengan penuh kesibukan sehingga tidak menyadari waktu.

Dan bisa jadi juga maknanya zaman benar-benar saling berdekatan dan semakin singkat. Allahu a’lam.

***

Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/16803

___

[1] Lafadz seperti ini tidak kami ketahui dari mana sumbernya. Lafadz yang tepat adalah:

لا تقومُ السَّاعةُ حتَّى يتقارَبَ الزَّمانُ ، فتَكونُ السَّنةُ كالشَّهرِ، والشَّهرُ كالجُمُعةِ ، وتَكونُ الجمعةُ كاليَومِ، ويَكونُ اليومُ كالسَّاعةِ ، وتَكونُ السَّاعةُ كالضَّرمةِ بالنَّارِ

Tidak akan terjadi hari kiamat sampai zaman saling berdekatan. Sehingga satu tahun seperti satu bulan, satu bulan seperti satu Jum’at (satu pekan), dan satu Jum’at seperti satu hari, dan satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti menyalakan api” (HR. At Tirmidzi no. 2332, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Terkait

Berlangganan artikel Situs Sunnah melalui email, RSS, atau Telegram.