Secercah cahaya sunnah kembali bersinar di kota Amsterdam, Belanda. Di tengah-tengah kesibukan dan keramaian kota ini, kami berkumpul menghadiri taman-taman surga dunia di Masjid At-Taqwa, di salah satu sudut kota Amsterdam. Sebuah masjid kecil nan sederhana yang dibeli secara gotong royong oleh kaum muslimin di kota ini, dan sebagiannya merelakan hartanya dalam jumlah besar untuk mewujudkan masjid ini. Semoga Allah Ta’ala membalas mereka dengan sebaik-baik balasan.

Selama satu pekan, 19 Rabi’uts Tsani 1439 (7 Januari 2018) sampai dengan 25 Rabi’uts Tsani 1439 (13 Januari 2018), kaum muslimin di Belanda menyambut kedatangan Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA, yang merupakan salah seorang ustadz pengajar di Masjid Nabawi. Dalam rangkaian dauroh kali ini, beliau membahas sebuah kitab karya salah seorang ulama madzhab Syafi’i yaitu Imam Al-Muzanni rahimahullahu Ta’ala yang berjudul Syarhus Sunnah. Setiap tahun, masjid At-Taqwa mengundang ustadz-ustadz dari Indonesia untuk mengisi dauroh. Dauroh kali ini adalah dauroh yang ke dua belas.

Tidak hanya dihadiri oleh kaum muslimin yang berdomisili di Amsterdam, kajian (dauroh) ini juga dihadiri oleh banyak jamaah dari kota-kota lain di Belanda, seperti Utrecht, Nijmegen, Wageningen, Almere, Rotterdam, dan kota-kota lainnya, baik warga atau pelajar dan mahasiswa. Bahkan dihadiri oleh saudara kami di luar Belanda, misalnya dari Berlin (Jerman). Alhamdulillah, kami menjumpai semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu syar’i, meskipun kajian ini diselenggarakan di malam hari pukul 19.30 – 21.30. Artinya, mereka akan sampai di rumah hampir tengah malam setiap harinya (terutama yang dari luar kota) dan harus kembali beraktivitas seperti biasa keesokan harinya.

Kami sangat bersyukur kepada Allah Ta’ala, ketika kami kembali menemukan suasana majelis ilmu syar’i di negeri ini, ketika hati ini semakin kering dan gersang dengan berbagai kesibukan dunia yang melalaikan dan melelahkan. Apalagi, kami berkumpul membahas suatu topik paling dasar dalam agama Islam, yaitu bagaimana memiliki aqidah yang benar kepada Allah Ta’ala, di atas prinsip dan pokok aqidah ahlus sunnah.

Ustadz Firanda terutama membahas pokok-pokok aqidah ahlus sunnah dalam masalah tauhid asma’ wa shifat. Beliau memaparkan kaidah-kaidah pokok ahlus sunnah dalam masalah ini, dan juga membahas dengan rinci sebagian sifat Allah Ta’ala yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan oleh kaum muslimin di tanah air, yaitu sifat al-‘uluw, sifat istiwa’ ‘alal ‘arsy (sifat ketinggian Allah Ta’ala di atas seluruh makhluk-Nya dan bahwa Allah Ta’ala tinggi di atas ‘arsy), dan juga sifat al-kalaam (bahwa Al Qur’an adalah kalamullah dan bukan makhluk).  Selain itu, juga dibahas masalah aqidah lainnya, misalnya masalah taqdir.

Di samping kajian setiap malam, beliau juga mengisi kajian tematik di siang harinya dengan tema Islam rahmatan lil ‘alamin serta kewajiban suami dan istri. Di akhir pengajian, panitia menginformasikan bahwa kajian ini akan disebarkan dalam bentuk tulisan, yang tentunya membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk mewujudkannya. Semoga Allah Ta’ala memudahkan urusan ini.

Terahir, semoga Allah Ta’ala memudahkan urusan dakwah di negeri ini dan agar kaum muslimin semakin bersemangat dalam menuntut ilmu agama yang wajib bagi mereka. Dan semoga semakin banyak taman-taman surga dunia yang bisa kami singgahi selama menuntut ilmu di negeri ini.

***

Diselesaikan di malam hari, Rotterdam NL, 1 Jumadil awwal 1439/19 Januari 2018

Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,

Penulis: Muhammad Saifudin Hakim
Artikel: Muslim.or.id

Berlangganan artikel Situs Sunnah melalui email, RSS, atau Telegram.