بسم الله الرحمن الرحيم
❓Tanya:
Bismillah
Assalamu’alaikum warohmatullah wa barokatuh
Ustadz, mau bertanya,
” apakah anjuran adzan& iqomah ketika mau sholat( keadaan safar) berlaku untuk muslimah yg sholat sendiri ?
Jazaakallahu khoiran
✅Jawab:
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Barakallahu fikum. ..
✏Adzan itu fardhu kifayah …klo sudah ada laki laki yang adzan maka tidak perlu seorang muslimah untuk adzan karena tidak disyariatkan bagi wanita untuk adzan
Itu apabila dia sudah mendengar adzan dari seorang laki-laki.
(http://www.binbaz.org.sa/node/14504)
  لكنها لا يشرع لها أذان ولا إقامة لعدم الدليل على ذلك.
✏Sebagaimana pendapat dari Syaikh Bin Baz rahimahullah :
Namun bagi wanita tidak disyariatkan bagi nya untuk adzan dan iqamah karena tidak ada dalil tentangnya.
Namun disini terdapat penjelasan pula dari Syaikh Al-Albani rahimahullah tentang hal tersebut:
ثم هذا الشعار لا يختص بصلاة الجماعة بل لكل مصل عليه أن يؤذن ويقيم لكن من كان في جماعة كفاه أذان المؤذن لها وإقامته ثم الظاهر أن النساء كالرجال لأنهن شقائق الرجال والأمر لهم أمر لهن ولم يرد ما ينتهض للحجة في عدم الوجوب عليهن فإن الوارد في ذلك في أسانيده متروكان لا يحل الاحتجاج بهم فإن ورد دليل يصلح لإخراجهن فذاك وإلا فهن كالرجال”.
✏Syiar Adzan itu tidak khusus untuk sholat jamaah saja namun berlaku pada setiap tempat sholat untuk diadakan adzan dan iqamah. Bagi yang sholat berjamaah maka cukup baginya adzan an iqamahnya nya dari muadzin.
Dan yang nampak secara dhohirnya perempuan itu hukumnya seperti laki-laki karena perempuan adalah
Syaqaiq ar Rijaal – saudara kandung dari laki-laki dan perintah bagi laki laki adalah sama juga merupakan perintah bagi perempuan. Dan tidak ada hujjah yang bisa ditegakkan tentang tidak wajibnya adzan dan iqamah bagi wanita karena di dalam hadits yang berkaitan dengan hal tersebut mempunyai sanad yang di dalamnya ada dua orang perawi matruk  (ditinggalkan periwayatannya) tidak benar untuk berhujjah dengan dalil yang dhoif tersebut, apabila ada dalil yang shohih untuk mengeluarkan kewajiban bagi wanita beradzan dan iqamah maka boleh tidak wajib  namun karena tidak ada dalilnya maka hukumnya kembali pada hukum asal yaitu sama dengan yang berlaku pada laki-laki. (Tamamul Minnah Fit Ta’liq ‘ala Fiqhis Sunnah 1/144 cet Dar Raayah )

Sehingga dari dua pendapat tersebut kita bisa mengambil kesimpulan…
1⃣. Kalau telah dikumandangkan adzan oleh seorang laki-laki di masjid maka tidak ada kewajiban bagi perempuan untuk adzan. Dan boleh hanya mengumandangkan iqamah dengan suara rendah.
2⃣.  Hukum yang ada pada laki-laki juga berlaku bagi wanita kecuali ada dalil yang mengkhususkan hanya bagi perempuan
3⃣.
KETIKA TIDAK MENDENGAR ADZAN SAMA SEKALI BAIK MUKIM ATAU SAFAR MAKA BOLEH BAGI SEORANG PEREMPUAN UNTUK ADZAN DAN IQAMAH NAMUN SUARANYA HANYA UNTUK DIDENGAR OLEHNYA DAN WANITA YANG ADA DIDEKATNYA.
ini yang dijelaskan Syaikh Ali Salimin al-Katsiri hafizhahullah ketika beliau membahas adzan di kitab Al Muwaththo dan dita’kid lagi dengan admin telpon ke beliau hafizhahullah.

4⃣. Islam itu memandang tinggi harkat dam martabat  seorang wanita, mereka itu dijaga, dihormati dan dilindungi dalam syariat Islam dengan keindahan dan keilmiyahan nya.
5⃣.  Adzan dan iqamah adalah syiar yang agung dari Islam. Maka orang tua harus mengajari anak-anaknya untuk melakukan adzan dan iqamah.

Semoga Bermanfaat
Zaki Abu Kayyisa
〰〰〰〰〰〰〰〰
Silahkan Bergabung via WA
FAWAID
Al MUWATHTHO
wa Zaidah

Akhwat : +971 566921 841
                 +6282122630645
Ikhwan : +971 563000 370

Berlangganan artikel Situs Sunnah melalui email, RSS, atau Telegram.